Tampilkan postingan dengan label Akhlak Adab. Tampilkan semua postingan

gravatar

Hakekat pertemanan dan persaudaraan

Dengan senyum mengembang ku coba jawab pertanyaan saudaraku ini yang mengesankan [bolehlah demikian dibilang, :) ]


gimana keadaanmu saat ini tanya dia?
iya alhamdulillah baik dan bahagia[demikian dengan niatan syukur, berpengharap selalu demikan, serta takut hilangnya]
demikiankah saudaraku?
jawabku : iya insyaalloh, dengan pertolongan Alloh, ku sudah baikkan, ya selaras doa baikmu untukku

----------*

sedikit percakapan itu ku bawa berhari-hari dalam pikiran, tak sengaja ketika surfing[berselancar] di internet[gaulnya], ku temukan beberapa artikel berisi nasehat yang indah tentang persahabatan dan persaudaran. diantaranya kami kutipkan disini, dengan pengharapan ikhlas berbagi, jika engkau ingin menerima kebaikan apapun.

benarlah kata salaful ummah [ umat terdahulu yang telah terbukti kesalehannya]

Yahya bin Mu’adz berkata :
[ Sejelek-jelek saudara adalah yang kamu sampai butuh mengatakan :
“Ingatlah saya dalam doamu ... .”

gravatar

Etika Dalam Memberikan Nasehat





  • Ikhlas dalam menasehati orang, yaitu hanya untuk mencari keridhoan Allah, melepaskan tanggung jawab dan agar dilihat oleh orang, didengar, serta terkenal atau untuk menghina dan menyakiti orang yang dinasehati.



  • Menasehati orang hendaknya dilakukan dengan cara yang baik dan lemah lembut, sehingga orang yang dinasehati terpengaruh dan menerima nasehatnya. Sebagaimana di firmankan Allah:
"Ajaklah manusia kejalan tuhanMu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik".1



gravatar

Seratus Cara Membela Rasulullah

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, Nabi kita Muhammad saw. , juga bagi keluarga dan seluruh sahabat beliau, wa ba'du:
Sesungguhnya rukun pertama dari rukun-rukun Islam yang agung adalah bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk disembah dengan selain Allah dan bahwasanya Muhammad itu Rasulullah (utusan Allah). Perealisasian setengah dari kedua persaksian tersebut adalah syahadat bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, yang akan terwujud melalui beberapa perkara berikut ini:
Pertama: Mempercayai Nabi saw pada seluruh apa yang beliau kabarkan, yang dimulai dari keyakinan bahwa beliau adalah Rasulullah (utusan Allah) yang diutus kepada jin dan manusia seluruhnya untuk menyampaikan wahyu Allah Ta'ala melalui Al-Qur'an dan As-Sunnah, keduanya mencakup agama Islam yang tidak akan Allah terima agama selainnya.
Kedua: Menta'ati dan ridho atas hukum yang diputuskannya, berserah diri kepada beliau dengan sepenuhnya, tunduk terhadap sunnah dan menjadikannya sebagai panutan, serta membuang apa yang selainnya.
Ketiga: Mencintai beliau saw diatas kecintaan terhadap orang tua, keturunan dan diri sendiri, yang mengharuskan sikap pengagungan, pemuliaan, rendah diri, menolong dan membelanya dan berpegang dengan apa yang beliau datangkan.

gravatar

Etika Menggunakan Telpon Genggam

      Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada rasulullah Muhammad , keluarga, para sahabat dan orang-orang yang menyertai beliau.   Amma Ba’du.

      Sesungguhnya pesawat telepon dengan segala kemudahannya telah memegang peran yang sangat penting dan memberikan jasa yang besar berupa penghematan banyak hal. Baik waktu, biaya dan transportasi.

      Para ulama pun telah membahas masalah telepon ini beserta adab-adab dalam menggunakan perangkat ini. Hal-hal apa saja yang perlu dijaga dan penting untuk diperhatikan. Seorang diantaranya, Syaikh Dr. Bakar Abu Zaid menulis sebuah kitab berjudul AdabulHatif dengan sangat bagus, yang mendapat pujian sebagaimana kata penyair:

             Dengan kepiawaian dia berhak atas kemuliaan
              Layak mendapat sanjungan dan kehormatan

gravatar

Menjaga Lisan (Part 1)

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya
melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”
(QS Qaaf [50] : 18)


Ketahuilah bahwa setiap orang mukallaf harus menjaga lisannya dari segala jenis perkataan,
kecuali terhadap pembicaraan yang mengandung manfaat. Maka dalam situasi dimana berbicara dan diam dalam keduanya terdapat maslahat yang sama, maka menurut As-Sunnah ia lebih baik
memilih bersikap diam. Sebab pembicaraan yang berstatus mubah, membuka jalan kepada
perbuatan yang haram dan makruh dan yang demikian ini banyak sekali terjadi. Sedangkan
keselamatan adalah suatu keberuntungan yang tiada taranya.