Hakekat pertemanan dan persaudaraan
Dengan senyum mengembang ku coba jawab pertanyaan saudaraku ini yang mengesankan [bolehlah demikian dibilang, :) ]
gimana keadaanmu saat ini tanya dia?
iya alhamdulillah baik dan bahagia[demikian dengan niatan syukur, berpengharap selalu demikan, serta takut hilangnya]
demikiankah saudaraku?
jawabku : iya insyaalloh, dengan pertolongan Alloh, ku sudah baikkan, ya selaras doa baikmu untukku
----------*
sedikit percakapan itu ku bawa berhari-hari dalam pikiran, tak sengaja ketika surfing[berselancar] di internet[gaulnya], ku temukan beberapa artikel berisi nasehat yang indah tentang persahabatan dan persaudaran. diantaranya kami kutipkan disini, dengan pengharapan ikhlas berbagi, jika engkau ingin menerima kebaikan apapun.
benarlah kata salaful ummah [ umat terdahulu yang telah terbukti kesalehannya]
gimana keadaanmu saat ini tanya dia?
iya alhamdulillah baik dan bahagia[demikian dengan niatan syukur, berpengharap selalu demikan, serta takut hilangnya]
demikiankah saudaraku?
jawabku : iya insyaalloh, dengan pertolongan Alloh, ku sudah baikkan, ya selaras doa baikmu untukku
----------*
sedikit percakapan itu ku bawa berhari-hari dalam pikiran, tak sengaja ketika surfing[berselancar] di internet[gaulnya], ku temukan beberapa artikel berisi nasehat yang indah tentang persahabatan dan persaudaran. diantaranya kami kutipkan disini, dengan pengharapan ikhlas berbagi, jika engkau ingin menerima kebaikan apapun.
benarlah kata salaful ummah [ umat terdahulu yang telah terbukti kesalehannya]
Yahya bin Mu’adz berkata :
[ Sejelek-jelek saudara adalah yang kamu sampai butuh mengatakan :
“Ingatlah saya dalam doamu ... .”
“Ingatlah saya dalam doamu ... .”